Pengertian Organizing
Organizing atau
pengorganisasian dalam konteks manajemen adalah suatu proses yang bertujuan
untuk merancang struktur formal dalam sebuah organisasi. Proses ini melibatkan
pengelompokan dan pembagian tugas di antara anggota organisasi atau karyawan
agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efisien.
Pengorganisasian
sebagai suatu proses penentuan, pengelompokkan dan pengaturan bermacam-macam
aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada
setiap aktivitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan
wewenang yang secara relative didelegasikan kepada setiap individu yang akan
melakukan aktivitasaktivitas tersebut (Kristiawan et al., 2017).
Dalam
konteks perpustakaan, pengorganisasian mencakup berbagai aspek yang membantu
operasi dan pencapaian tujuan perpustakaan berjalan lancar. Dalam artikel ini
akan membahas fungsi pengorganisasian dalam manajemen perpustakaan, serta
tindakan yang diperlukan untuk membuat sistem perpustakaan yang berfungsi
dengan baik.
Fungsi Pengorganisasian
Dalam
pengorganisasian setiap individu dibebankan tugas dan tanggung jawab agar
pengorganisasian ini bisa berjalan dengan lancar (Manda, 2016). Fungsi
pengorganisasian, antara lain:
1. Fungsi
strukturalisasi, struktur kepegawaian yang akan ditetapkan, terutama dalam
penyusunan dan penempatan orang-orang yang berkompeten, pekerjaan-pekerjaan,
material, dan pikiran-pikiran dalam struktur tersebut. Organisasi pada umumnya,
struktur pengurus telah disusun secara hierarkis, ada atasan dan bawahan.
Misalnya dari kepala sekolah, waka kesiswaan, guru kelas, guru bidang studi,
staf operasional dan administrasi, dan sampai pada bagian kebersihan;
2. Fungsi relationship,
yaitu menjalin hubungan dengan pihak eksternal lembaga dengan mempertegas
tugas, fungsi, kewajiban-kewajiban, hak-hak, dan tanggung jawab masingmasing
anggota, yang disusun menjadi pola-pola kegiatan yang tertuju pada tercapainya
tujuan pendidikan.
3. Fungsi integritas
usaha-usaha suatu lembaga pendidikan, yang dapat juga diartikan sebagai alat
untuk mempersatukan usaha-usaha menyelesaikan berbagai kegiatan lembaga
pendidikan. Dengan demikian, lembaga pendidikan adalah wadah
aktivitas-aktivitas yang menyusun dan membentuk hubungan-hubungan fungsional
sehingga terwujudlah kesatuan usaha dalam mencapai maksud-maksud dan
tujuan-tujuan pendidikan.
Pengertian Manajemen Perpustakaan
Manajemen
perpustakaan adalah proses dan upaya untuk mencapai tujuan perpustakaan dengan
mengatur dan memanfaatkan sumber daya perpustakaan, yaitu manusia, dana,
perlengkapan, dan koleksi, sehingga perpustakaan dapat menghasilkan karya,
fungsi, peran, dan keahliannya masing-masing.
Menurut Iskandar (2016), manajemen perpustakaan adalah proses mengatur, mengarahkan, membimbing, mengendalikan, mempengaruhi SDP (Sumber Daya Perpustakaan) sehingga dapat bekerja, berkarya, melakukan tugas-tugas kepustakawanan agar berjalan sesuai dengan tugas, fungsi dan tujuan perpustakaan.
Pentingnya
Pengorganisasian (Organizing) di sebuah Perpustakaan
Dengan
pengorganisasian yang baik, setiap anggota tim dapat memahami tugas dan
tanggung jawab mereka. Ini mengurangi kemungkinan tumpang tindih dan kebingungan
dalam pelaksanaan tugas. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa kegiatan
perpustakaan berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan.
Kegiatan Penting dalam
Pengorganisasian
Menurut
Lasa (2005), Adapun elemen atau kegiatan yang dilakukan dalam pengorganisasian
perpustakaan adalah sebagai berikut:
- Perumusan tujuan: Tujuan organisasi harus jelas dan diketahui oleh seluruh elemen yang
terkait dalam organisasi itu. Dengan tujuan tertentu, aktivitas-aktivitas
yang dilakukan akan mengarah pada tujuan yang telah dirumuskan.
- Pembagian kerja: Untuk mencapai efektivitas dan efisiensi, perlu adanya pembagian tugas
yang jelas. Tanpa pembagian tugas yang jelas maka akan terjadi tumpang
tindih pekerjaan dan dari sini akan terjadi pemborosan.
- Pembagian wewenang: Dengan kekuasaan yang jelas pada masing-masing orang atau kelompok dalam
organisasi, maka dapat dihindarkan terjadinya benturan kepentingan dan
tindakan. Hal itu dimungkinkan karena setiap orang akan mengetahui
batas-batas wewenang untuk bertindak.
- Kesatuan komando: Dalam sistem organisasi yang baik harus ada kesatuan komando/perintah agar
tidak terjadi kebingungan ditingkat pelaksana. Oleh karena itu dalam
sistem organisasi perpustakaan perlu dihindarkan adanya dualisme pengaruh
dan kekuasaan dalam berbagai tingkat manajerial, baik pada manajer puncak,
manajer menengah, maupun manajer lini.
- Koordinasi: Koordinasi merupakan proses pengintegrasian tujuan pada satuan-satuan yang terpisah dalam suatu lembaga untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Koordinasi ini sangat penting bagi suatu lembaga untuk menyatukan langkah, mengurangi benturan tugas, dan mengurangi konflik internal.
Peran Organizing dalam Manajemen Perpustakaan
Adapun peran organizing yang dilakukan di manajemen perpustakaan seperti meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan. Pengelolaan sumber daya manusia dan informasi yang tepat pada perpustakaan akan meningkatkan kepuasan pengguna dan mendorong minat baca masyarakat. Peran organizing yang lain adalah penyelesaian masalah, sebab kegiatan pengorganisasian ini akan memudahkan mengidentifikasi masalah operasional yang ada di perpustakaan.
Referensi
Iskandar. 2016. Manajemen
dan Budaya Perpustakaan. Bandung: Refika Aditama
Lasa H.S. 2005. Manajemen
Perputakaan. Yogyakarta: Gama Media
Kristiawan, M., Safitri,
D., & Lestari, R. (2017). Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: Deepublish
Sertakan sumber yang jelas
BalasHapus