Pengertian Organisasi Informal
Menurut Irawan (2018), organisasi
informal adalah struktur sosial yang saling terkait yang mengatur bagaimana
orang bekerja sama dalam suatu kegiatan. Ini adalah gabungan dari perilaku,
interaksi, norma, hubungan pribadi dan profesional melalui dimana pekerjaan
dilakukan dan hubungan dibangun di antara orang-orang yang memiliki afiliasi
organisasi atau kelompok afiliasi yang sama. Organisasi informal berkembang
secara organik dan spontan sebagai respons terhadap perubahan lingkungan kerja
dan dinamika sosial yang kompleks dari para anggotanya.
Organisasi informal
mereka terorganisasi secara lepas, tidak terikat, bersifat fleksibel, tidak
terumuskan dengan baik, sifatnya secara
spontan, serta tidak
memiliki struktur yang
jelas (Fithriyyah, 2021).
Organisasi informal
adalah interaksi hubungan pribadi dan sosial yang terjadi secara langsung baik
secara sadar maupun tidak sadar saat orang atu individu melakukan interaksi
antar satu sama lain yang mana bukan dari hasil otoritas formal. Organisasi formal
merupakan organisasi yang kecil karena memiliki keterkaitan yang eret dengan
keterbatasan hubungan pribadi (Muspawi, dkk 2023).
Manfaat Keberadaan
Organisasi Informal
Menurut Irawan (2018), organisasi
informal juga memiliki manfaat dalam parakteknya dimana manffat dari keberadaan
organisasi informal ini berkaitan erat juga dengan organisasi formal yang ada.
Berikut ini adalah manfaat dari keberadaan organisasi informal.
·
Sistem Total Lebih Baik. Organisasi
Informal berbaur dengan sistem formal untuk menghasilkan sistem total yang
efektif. Beberapa persyaratan dapat dipenuhi lebih baik oleh hubungan informal,
yang bisa bersifat fleksibel dan spontan. Mereka memiliki kemampuan untuk
bereksperimen secara bebas dengan pendekatan inovatif dan, jika perlu,
mengambil risiko.
·
Beban kerja yang lebih ringan untuk
manajemen. Organisasi Informal meringankan beban kerja manajemen dalam
organisasi formal. Ketika para manajer mengetahui bahwa Organisasi Informal
bekerja sama dengan mereka, mereka akan memastikan bahwa organisasi informal
yang tergabung dengan mereka berada dalam satu kapal tujuan yang sama.
·
Kepuasan kerja kelompok. Organisasi
Informal memberikan kepuasan dan stabilitas pada kelompok kerja. Pekerja
merasakan rasa memiliki dan keamanan, sehingga kepuasan meningkat. Mereka mampu
merekrut baik tenaga ahli dan staf yang sangat termotivasi dengan batasan yang
lebih sedikit daripada pemerintah.
·
Kohesi. Kohesi ditunjukkan dengan seberapa
kuat para anggota saling bersatu, saling bergantung, dan berkeinginan untuk
tetap menjadi anggota kelompok.
·
Mengisi kesenjangan. Jika manajer lemah
dalam perencanaan, seorang anggota mungkin secara informal dapat membantu
perencanaan kerja. Dengan cara ini perencanaan dapat dilakukan terlepas dari
kelemahan manajer. Jadi organisasi Informal bertindak untuk mengisi kesenjangan
dalam kemampuan manajer.
Ciri-Ciri Organisasi
Informal
Ø Terbentuk
Secara Spontan: Organisasi informal muncul tanpa
perencanaan resmi, sering kali sebagai respons terhadap interaksi sosial antar
individu. Contohnya, sekelompok karyawan yang berkumpul untuk berbagi
pengalaman atau hobi.
Ø Tidak
Memiliki Struktur Resmi: Tidak ada jabatan formal atau
aturan tertulis yang mengatur organisasi ini. Anggota berinteraksi berdasarkan
hubungan personal dan kepercayaan, bukan berdasarkan posisi atau otoritas.
Ø Fleksibel
dan Dinamis: Struktur organisasi informal bersifat
cair dan dapat berubah sesuai kebutuhan. Anggota dapat dengan mudah bergabung
atau keluar dari kelompok tanpa konsekuensi formal.
Ø Interaksi
Lebih Santai: Pola komunikasi dalam organisasi
informal cenderung lebih terbuka dan tidak terikat pada protokol formal. Hal
ini memungkinkan pertukaran ide dan informasi yang lebih bebas.
Ø Keanggotaan
Sukarela: Anggota organisasi informal bergabung atas dasar
keinginan pribadi, tanpa adanya proses seleksi yang ketat. Ini menciptakan
suasana yang lebih akrab dan mendukung.
Ø Norma
dan Nilai yang Berkembang Secara Alami: Meskipun tidak ada
aturan tertulis, norma dan nilai dalam organisasi informal berkembang melalui
interaksi sehari-hari. Anggota saling memahami ekspektasi sosial tanpa perlu
penjelasan formal.
Permasalahan yang terkait
dengan Organisasi Informal
Menurut Irawan (2018), ada
beberapa kekurangan yang dapat menjadi sebuah permasalahan dalam sebuah
organisasi informal. Permasalahan ini sedikit banyak akan mempengaruhi
perjalanan dari organisasi informal itu sendiri. Beberapa permasalahan yang
terkait dengan organisasi informal adalah sebagai berikut.
1) Tidak adaptif terhadap
Perubahan Sistem nilai
dan gaya hidup menyebabkan kelompok dalam organisasi informal menjadi sangat
protektif terhadap "budaya" mereka dan oleh karena itu menolak
perubahan. Misalnya, jika pembatasan output adalah norma dalam kelompok
manajemen yang otokratis, ia harus terus demikian, walaupun perubahan manajemen
telah menghasilkan administrasi yang lebih partisipatif.
2) Konflik peran
Pencarian
Untuk kepuasan kelompok
informal dapat menyebabkan anggota pergi dari tujuan organisasi formal. Apa
yang baik dan diinginkan oleh anggota kelompok informal tidak selalu baik untuk
organisasi.
3) Disiplin Yang Lemah
Kelompok
Informal menentang
peraturan kebijakan manajemen, prosedur yang dimaksudkan untuk menyusun dan
mendisiplinkan perilaku kerja dan kinerja anggota. Manajer dipaksa untuk
bersikap lunak dalam menegakkan peraturan dan peraturan serta harus menoleransi
penyimpangan dari perilaku anggota kelompok informal.
4) Politik kekuasaan
Organisasi informal sering diliputi friksi dan politik kekuasaan. Mengalihkan energi dan waktu mereka dari pekerjaan ke dalam faksi dan politik kecil. Pemimpin informal dapat memanipulasi kelompok terhadap kepentingan sendiri atau tujuan yang tidak diinginkan. Organisasi informal juga mengembangkan konflik antar pribadi dan internal yang dapat merusak organisasinya.
Dengan demikian,
organisasi informal memiliki peran yang signifikan dalam membangun hubungan
interpersonal yang kuat serta mendukung dinamika kerja di lingkungan formal,
meskipun keberadaannya tidak diatur oleh struktur resmi.
Referensi
Fithriyyah,
Mustiqowati Ummul. (2021). Dasar-dasar
Teori Organisasi. Jakarta: Institute for Research and Development.
Irawan,
Bambang.
(2018). Organisasi Formal
dan Informal Tinjauan
Konsep, Perbandingan, dan Studi Kasus. Jurnal Administrative Reform. Vol
6 (4), hal 195-220.
Muspawi,
dkk. (2023). Menelaah Konsep-Konsep Dasar Organisasi. AL-MUADDIB: Jurnal Kajian
Ilmu Kependidikan. Vol 5(2), hal 154-165.
Komentar
Posting Komentar